Postingan

Subjektivitas

Gambar
                                                                                                                                                Setelah tumbuh dan melewati beberapa musim, rupanya ia tidak bertahan tumbuh ditempatnya dan layu. Ternyata memang benar, bunga ...

Senja Yang Hilang

Ku analogikan pribahasa dibalik senja dan udara Mareka punya isyarat yang sama pada remahan waktu  yang sisa di ufuk barat suatu sore Di sana kita torehkan sejumlah percakapan-percakapan manis  antara bulan Desember dan Januari. Terasa muda dan belia, sedini itu kita saling bercengkramat Di balik punggungmu pula aku bercerita  tentang sesuatu yang berbeda dan hal-hal lain  yang kita ciptakan pada musim penghujan. Diantara tanah dan air pula kita menapaki jejak-jejak tinggi. Memang benar rasanya:  Setidaknya kita masih perlu mata dan hati  untuk melihat petang dan sedikit menutup mata juga membuka rasa. Kuasingkan tawamu dalam perun, menggeliat batin bersama gigil dan korespondensi ketabuan kau Semoga   kita masih punya waktu dan ruang  dalam sisi manis bersama malam juga udara  untuk menunggu senja-senja berikutnya Tentang kamu dan senja : pada tahun-tahun yang lain. Februari 2016

TENTANG SEMUA ORANG DAN KAMU

Ia sudah kembali dari pengembaraanya yang jauh dengan membawa peluru dan senapan yang tertancap didada. Bersama peron-peron dan penjaga jalan yang lugu ia mengisahkan hatur dan tawa manis dijalan-jalan ibukota. Seperti katamu kau harus hidup juga tumbuh bersama dan atau tanpa adanya matahari, kau harus tersenyum dengan ada atau tidaknya hal yang menyenangkan dan kau pun harus berjuang dalam dan atau diluar kemampuan, semampumu saja.   Kesampingkanlah hal-hal sedih tanpa mengabaikannya, siramilah tahan, taburkan pupuk dan rawatlah sebisamu. Jangan paksakan yang tak bisa hidup untuk berbunga, jangan petik yang merekah dan jangan tebang yang menjulang. Hiduplah dengan baik dan jadilah yang terbaik. Suatu saat nanti, hadirlah dalam kesederhanaan yang menarik, bertahanlah dalam ketidaksepadanan dan rumuskan beberapa petimbangan. Mari kita ciptakan keselarasan hidup oranglain di suatu desa yang teduh untuk diabadikan dalam ruang kata milik kita sambil mendiskusikan beberapa hal y...

[B E R K I S A H]

Menepilah sepanjang hayat,  tumbuh dan berkembanglah pada tempat-tempat  juga ruang-ruang keserasian. Hiduplah layaknya kaktus yang bertahan saat kering, menyerap asap-asap  dan melindungi diri dalam duri. Siramlah tanah dengan hujan,  teduhkan gersang sampai benar-benar hidup. Jangan khawatir akan parang,  jangan takut dengan senja yang hilang  dan jangan pula menunggu fajar benar-benar terbit. Kau hanya perlu menjadi dewasa sejak dalam pikiran pun perbuatan. Pada akhirnya, Tinggalah bersama doa-doa. Rawamangun, 27 Februari 2017 --Kay-

LELAKI PATAH HATI DAN BUKU

Aku percaya pada ucapan semesta bahwa setelah hujan akan datang pelangi dan aku pun mempercayai buku, di dalamnya tercipta paragraf-paragraf baru setelah titik. Hal itulah yang membuatku mengerti bahwa jatuh hati tak selamanya menyenangkan. Yang paling menyakitkan didunia ini bukan ketika tuan diabaikan atau dilupakan. Melainkan ketika tuan diberikan sebuah pertanyaan tanpa jawaban, sementara tuan sendiri tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan : kemudian pergi. Ini perkara mudah (sebenarnya), tuan hanya cukup bilang dan berterus terang, : maka semua akan selesai. Jemariku berbicara dalam sebuah antologi kisah milik seorang sastrawan yang kerapkali dianggap sebagai wanita, mataku terbujur kaku memahami kata demi kata dan meyakini kalimat yang ia tulis. Tentang matari, tentang bumi dan seisi langit juga tentang perempuan dalam senja. Nampaknya, aku yang terlalu berangan tentang dongeng di negeri langit dan membayangkan akan ada gadis yang menanti selendan...