Ia sudah kembali dari pengembaraanya yang jauh dengan membawa peluru dan senapan yang tertancap didada. Bersama peron-peron dan penjaga jalan yang lugu ia mengisahkan hatur dan tawa manis dijalan-jalan ibukota. Seperti katamu kau harus hidup juga tumbuh bersama dan atau tanpa adanya matahari, kau harus tersenyum dengan ada atau tidaknya hal yang menyenangkan dan kau pun harus berjuang dalam dan atau diluar kemampuan, semampumu saja. Kesampingkanlah hal-hal sedih tanpa mengabaikannya, siramilah tahan, taburkan pupuk dan rawatlah sebisamu. Jangan paksakan yang tak bisa hidup untuk berbunga, jangan petik yang merekah dan jangan tebang yang menjulang. Hiduplah dengan baik dan jadilah yang terbaik. Suatu saat nanti, hadirlah dalam kesederhanaan yang menarik, bertahanlah dalam ketidaksepadanan dan rumuskan beberapa petimbangan. Mari kita ciptakan keselarasan hidup oranglain di suatu desa yang teduh untuk diabadikan dalam ruang kata milik kita sambil mendiskusikan beberapa hal y...