Postingan

Menampilkan postingan dengan label poem

ALUN-ALUN BAHASA

Matanya menaklukan pekat dalam diam yang menggantukan seribu suara dalam hening. Senyumnya membawa arus ketepian sampai aku lupa bahwa ini ruang baru kedap bahasa. Namun tubuhnya menjabarkan banyak kata-kata, membuat kita bercerita lebih jauh dari selembar kertas putih yang sedang asik ditulis oleh pemiliknya. Ada banyak hal yang bisa kita sampaikan, mungkin tentang pasir di pantai yang selalu basah pada ombak yang datang dan hilang atau mungkin tentang gunung dan tanjakannya tidak pernah sama. Berkali-kali kita coba berdiskusi pada rintik, tapi hujan selalu datang dan meninggalkan pelangi setelahnya. Bukankah memang sebaiknya begitu? Sehingga kita tidak usah terlalu lama larut pada cuaca yang tidak begitu baik untuk dilalui, lebih-lebih tenggelam diantara genangan air sisa-sisa hujan yang pergi begitu saja. Kita hanyut dalam kebisingan hening untuk menyuarakan seribu makna-makna yang sempat dituturkan. Kita menunggu senja datang tapi kita lengah dalam gerimis, lantas ba...

Menjadi Sepasang Kaki

Kalau kau hendak berjalan jauh, bawalah doaku hari ini. Ia akan menemanimu kemanapun kau singgah. Tempuhlah jarak keyakinan hingga menemukan titik terjauh yang kau bisa. Maka, jadilah sepasang kaki untuk menopang segala tubuh yang jatuh sampai benar-benar piawai berlari. Jangan pernah ragu, karena keraguan hanyalah milik ia yang tidak percaya pada kemerdekaan dalam dirinya. --Kay- @galeriaksara

KEPOMPONG

Hidup ini ibarat daun dan kita adalah kepompong, dua bagian yang bergantung satu sama lain. Kepompong rekat melekat sepanjang hayat untuk bertahan pada ranting dan dahannya. Ketika ia singgah, daunlah temannya. Melindungi dirinya dari terik, menutupi dari goncangan angin, menopang saat hujan dan menghangatkan ketika malam.   Ia memang sendiri, tapi jiwanya terasa ramai, sebab sejatinya didunia ini kita tak akan pernah merasa benar-benar kesepian ketika hati penuh kedamaian dan keikhlasan. Sebuah metamorfosa dalam dirinya terus berlanjut, menghantarkannya pada perubahan demi perubahan, cangkangnya mulai terbuka, satu-persatu kulit yang memeluknya pun mengelupas. Ya, setengah bagian dari dirinya hilang, ia tidak lagi dibedong hangat, bahkan separuh tubuhnya mulai belajar membaur dengan alam, sementara bagian yang lain masih terperangkap lekat tidak bergerak.   Ia mulai bertanya-tanya, ia bercerita pada daun tentang sebuah peristiwa yang dialaminya, ia menangis dan berkat...

Tanda Mata

Kita sama-sama tahu  bahwa diantara kita berbatas satu pulau  pada tubuh gunung yang congkak Kita percaya,  bersama laut ikan-ikan bisa hidup dan tumbuh mandiri Kita baru saja mengadobsi anak-anak tangga  dan berusaha menaikinya  pada detik-detik kesenjangan yang lalu  Sampai sekarang kita berusaha mengerti  sesuatu yang terlintas ditengah pelayaran Sambil menepi hingga mengarungi perbatasan  di kaki samudra dan kedalamannya. --Kay-

Sebuah Percakapan

Kau tidak lagi menafsirkan tentang daun-daun yang jatuh berserakan Mendengarkan cerita gagak bersama celotehan ranting yang tumbang, tidak juga menggunjingkan ombak yang menderai pasir dan surut di musim-musim yang panjang. Berita hari ini, telah sampai padamu juga Tentang kota tua dan sepeda cantik di dalamnya, tentang gaun merah membentang dan patung-patung yang dipenggal. Kita kembali mengingat pada banyak peristiwa, mengabadikan apa-apa yang tidak harus di ingat­­   tidak juga dilupakan. Suatu saat kau akan mengenang ruang bersama aliran air di dataran tinggi. Menyaksikan kembali gerimis deras di tempat dingin bersama genangan tanah dan rumput-rumput basah. Kau akan kembali mengingat api-api yang hidup di semesta; laju kereta; desakan senja dan bangku kosong di taman tempat dimana kita akan tahu pengasingan sesungguhnya   : Suatu Ketika. --Kay- Rawamangun, 08 Juni 2017

Subjektivitas

Gambar
                                                                                                                                                Setelah tumbuh dan melewati beberapa musim, rupanya ia tidak bertahan tumbuh ditempatnya dan layu. Ternyata memang benar, bunga ...