Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essay

PERLAWANAN TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI : SUATU KAJIAN FEMINISME

Oleh Riska Yuvista “Membaca karya-karya sastra dari negeri yang sedang berkembang ini, kita di Indonesia, pasti akan menemukan banyak persamaan, meskipun tentu juga akan diketemukan berbagai reaksi dan jawaban yang berbeda, akibat dari latar belakang sejarang, kondisi dan situasi masyarakat maupun perorangan, agama, dan sebagainya”, tutur Mochtar Lubis dalam prakata buku Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi. Hal demikian pula dapat menjadi patokan adanya kesamaan-kesamaan dalam cerita dengan latar yang berbeda-beda yang biasa di kaji dengan menggunakan pendekatan Intertekstual. Akan tetapi, pada pembahasan kali ini, saya akan mengkaji Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer Dan Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi menggunakan Suatu Kajian Feminisme dengan melihat perlawanan terhadap hak-hak perempuan. Sedikit mengulik tentang Feminisme dalam hal ini kedudukan tokoh perempuan yang biasanya dikemas dalam cerita-cerita fiksi, sering diperlakuka...

Utuy Tatang Sontani, Awal dan Mira : R E F O R M A S I [H] ?

Jika mengulik seputar kisah dalam naskah drama Awal dan Mira karya Utuy Tatang Sontani. Membawa saya kembali mengingat tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1945-1949. Saat itu mungkin Indonesia telah dikatakan merdeka, namun masih banyak polemik-polemik terjadi yang mengakibatkan sejumlah kerusuhan dan kerisauan masyarakat. Mulai dari kepindahan Soekarno dan Hatta ke Yogyakarta yang disebabkan oleh kondisi keamanan ibu kotayang memburuk. Dilanjutkan dengan perubahan sistem pemerintahan, yang semula sistem pemerintahan presidensial menjadi parlementer, krisis pemerintahan Republik Indonesia, pembantaian westerling, perjanjian Linggarjati, Agresi Militer II, hingga Konferensi Meja Bundar (penyerahan kedaulatan oleh Belanda). Kembali lagi pada naskah Awal dan Mira karya Utuy Tatang Sontani. Di sana penulis menyajikan sejumlah peristiwa yang cukup rumit. Namun, ia menyelipkan beberapa romansa percintaan yang disematkan melalui dialog-dialog antar tokoh. Semula mungkin pembaca ...

Mastodon dan Burung Kondor: Cinta di Tengah Perselisihan

Rendra merupakan salah satu tokoh yang sangat inspiratif dan memiliki segudang karya dan sangat fenomenal. Jika kita membahas tentang karya-karya Rendra, baik puisi maupun naskah drama, pasti kita akan dihadapkan oleh bacaan-bacaan yang penuh dengan tanda tanya. Mengapa demikian, sebab Rendra mengungkapkan ide-idenya berdasarkan realitas, bisa dikatakan bersumber dari realita atau kejadian-kejadian nyata yang ada disekelilingnya. Karya Rendra mampu membawa fikiran pembaca, sehingga membuat pembaca menduga-duga maksud dari setiap karyanya. Tulisan-tulisannya dikemas dengan sedemikian ciamik, dan menarik. Seperti dalam salah satu karyanya, yaitu naskah drama Mastodon dan Burung Kondor. Rendra menyajikan cerita yang begitu halus dan menyampaikan maksudnya secara tersirat melalui dialog-dialog antar tokoh. Di awal nakah suadah ditulis nama-nama tokoh sesuai urutan muncul.   Setiap tokoh dari cerita tersebut memiliki karakter yang sangat kuat dan melekat dengan tokoh tersebut. ...

Perkembangan Pendidikan Dari Masa Ke Masa

Hentikan Komersialisme Pendidikan Merdeka itu tidak hanya berarti bebas lepasnya seseorang dari kekuasaan orang lain, tapi juga berarti kuat dan mampu mandiri sendiri – Ki Hadjar Dewantara Privatisasi dan liberalisme pendidikan ini, yang salah satunya ditampilkan oleh RUU/UU BHP maupun RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ).   Kapitalisasi, privatisasi, dan liberalisasi sektor pendidikan melalui UU BHP –serta peraturan-peraturan lain yang mengikutinya   -   dan RSBI itu kelak   akan mengantarkan bangsa Indonesia ke dalam jurang kehancuran untuk selamanya, karena sumber daya alam akan habis, tapi disisi lain warga Indonesia tidak pintar, sehingga menjadi warga terjajah selamanya. Pendidikan nasional dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi tiba-tiba mengalami gejala kapitalisasi, privatisasi, dan liberalisasi paska reformasi politik dimulai 21 Mei 1998 bersamaan dengan kejatuhan rezim Soeharto. Pada masa jabatannya Soeharto membentuk Kabinet ...